Kartu Cip DNA Jadi Pengganti KTP

Sabtu, 27 Februari 2010

DEPOK, Kompas – Kartu cip deoxyribo-nucleic acid atau DNA bisa menjadi pengganti kartu tanda penduduk. Selain bermanfaat bagi pengungkapan kasus kejahatan, KTP berbasis kartu cip DNA dapat digunakan untuk kepentingan kesehatan.

Demikian penjelasan Direktur Lembaga Eijkman Herawati Sudoyo dalam diskusi bertajuk ”DNA Forensic and Crime Scientific Investigation” di Kampus FISIP UI, Depok, Kamis (25/2). Diskusi dipandu kriminolog UI, Adrianus Meliala.

Herawati mengatakan, penerapan kartu cip DNA sebagai kartu tanda penduduk (KTP) sudah berlangsung di sejumlah negara. Semula, di Amerika Serikat penerapan kartu cip DNA terbatas untuk pekerja yang berisiko tinggi meninggal. Mereka antara lain tentara, polisi, dan petugas pemadam kebakaran.

Setelah itu, di beberapa negara, polisi mengganti KTP penjahat yang tertangkap dengan kartu cip DNA. Hasilnya, pengungkapan dan penindakan kasus kejahatan berlangsung lebih cepat sebab polisi memiliki bank data lewat kartu cip DNA.

”Bank data yang bersumber dari DNA ini mampu melacak kecenderungan-kecenderungan perilaku para penjahat lewat analisis forensik. Melalui penerapan sistem ini, polisi dan departemen dalam negeri di sejumlah negara mampu mengambil berbagai langkah pencegahan kejahatan,” kata Herawati.

Prestasi itu akhirnya membawa kartu cip DNA sebagai pengganti KTP.

Identitas tunggal

Adrianus Meliala mengusulkan agar Indonesia menerbitkan KTP berbasis kartu cip DNA. Langkah itu akan mempercepat penerapan identitas tunggal (single identity) di seluruh Tanah Air. Lewat sistem identitas tunggal, data dan kualitas kependudukan di Indonesia tersaji akurat.

Sebagai pengganti KTP, kartu cip DNA bisa dimanfaatkan untuk tujuan kesehatan fisik dan jiwa. Di India, melalui pemantauan kartu cip DNA, terungkap ada sebuah negara bagian yang mayoritas penduduknya berpotensi menderita skizofrenia.

”Dari data itu, Pemerintah India mengambil tindakan pencegahan dengan tepat,” ujar Herawati. Dia mengatakan, DNA bisa menjelaskan kecenderungan-kecenderungan seseorang karena gen bawaannya.

”Ada orang yang memiliki kecenderungan menjadi alkoholik atau berpotensi mengidap penyakit tertentu. Dengan adanya data mengenai hal itu, yang bersangkutan bisa mengantisipasinya dengan mengubah gaya hidupnya,” paparnya.

Menurut Herawati, kini sejumlah perusahaan swasta nasional memanfaatkan kartu cip DNA untuk karyawannya. Setelah diterapkan, perusahaan memiliki gambaran lebih lengkap mengenai kesehatan dan data lain karyawan mereka.

Mengenai biaya pembuatan kartu cip DNA sebagai pengganti KTP, Herawati mengatakan, jika dibuat dalam jumlah besar, seperti saat membuat KTP, harga satu kartu cip DNA hanya Rp 500.000-Rp 1 juta.

Lembaga yang dipimpinnya melayani pemeriksaan DNA untuk menguji paternitas (garis keturunan). Pemeriksaan ini terbuka bagi publik dengan biaya Rp 7,5 juta-Rp 12 juta.

Dia memaparkan, banyak hal bisa dicapai lewat pemeriksaan DNA yang menjadi informasi genetika andal. Selain untuk mengungkap kasus pembunuhan, perampokan, perkosaan, dan aksi teror, DNA dapat pula digunakan untuk membantu membongkar kasus perdagangan orang dan binatang yang dilindungi.

Sumber..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s