UANG

Uang!! apapun tema yang disuguhkan sebuah Seminar/Tema Khotbah baik di Gereja atau Persekutuan dengan menyebutkan tema uang, sebagian besar kita langsung mikir,, “apa lagi nih,, uang lagi.”; “uang lagi, mata duitan nih.” atau, “hmm tema uang! pasti mau perpuluhan deh! atau persembahan?!” – sebagian kita langsung underestimate sama pembicara atau sama pendeta seolah mereka seperti sedang butuh uang jemaat sehingga “menyelipkan” ayat Alkitab tentang uang untuk menarik jemaat.

Hmm.. gw jadi penasaran. Alkitab yang kita pegang adalah buku luar biasa yang menceritakan segala hal baik tentang Sorga maupun tentang Bumi. Baik peraturan terhadap Allah maupun peraturan secara horizontal antar sesama manusia maupun terhadap dunia ini secara umum.

So, adakah uang disinggung di Alkitab?

– Kalo dari informasi sabda.org, disebutkan ada lebih dari 2.350 ayat mengenai cara menangani uang dan benda. Bahkan Yesus Kristus sendiri lebih banyak bahas tentang topik uang dari pada lainnya. Kenapa sampai sekian Alkitab atau bahkan Yesus bahas tentang uang? Ntar gw share lebih lanjut di bawah.

– Uang adalah salah satu dari banyak hal yang bisa menjadi berkat dari Tuhan. Uang sendiri tidaklah dosa. Tapi sikap kecintaan kita akan uang yang akan menyebabkan timbulnya akar kejahatan. (cek  I Timotius 6:10)

– Uang menjadi salah satu alat Tuhan untuk memberkati kita  (cermati Maleakhi 3 : 10)

– Uang bisa menjadi salah satu alat yang bisa setan pakai untuk menghancurkan hidup kita ( I Timotius 6:10b)

Udah.. udah.. ga usa banyak-banyak pembukaan nya,, yuk kita lanjut masuk lebih dalam lagi tentang uang ini…

*****************************************************************************

Salah satu kalimat yang Allah yang menurut saya “paling berani” adalah pada Maleakhi 3 : 10. Ini bukan sekedar kita harus memberikan perpuluhan (10% x penghasilan kita yang adalah hak Allah),, coba kita cermati ayat tersebut…..

“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Lihat kata yang gw garis bawah, Allah berani bilang ujilah Aku!! -Maafkan kalau gw salah menginterpretasikan kata ini- tapi menurut gw, disini Allah mengizinkan diriNya untuk kita “test”, kita “tantang”, kita “coba”, kita “rasakan”, kita “cek” (beberapa kata ini gw ambil dari KBBI, arti kata uji) apakah Dia tetap berpegang pada FirmanNya atau  tidak. Lalu perpanjangan setelah dari kata ujilah adalah “apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan” – kalau lagi-lagi gw harus interpretasikan kalimat ini, disini Allah kembali mengizinkan diriNya kita uji walaupun (mungkin) motivasi kita adalah berkatNya.

*****************************************************************************

Anda bekerja sangat keras, menabung, lalu dengan hasil tabungan anda, anda berhasil membeli sebuah motor bagus. Lalu pas abis beli, anda cukup sayangi motor anda, anda cuci dengan sabun terbaik atau bahkan cuci ditempat cuci motor yang cukup bonafit, tidak sembarangan. Anda mencintai motor anda.

Anda baru beli mobil baru dan mungkin cukup mahal. Anda bawa mobil anda pergi ke mall, untuk makan misalnya. Sambil makan beberapa kali anda mungkin akan memikirkan mobil anda. “Kira2 gw parkir disitu, diserempet orang ga ya?”, “mobil gw nanti mau di beliin aksesoris tambahan ah.” – hati dan pikiran anda bergitu lengket pada mobil anda.

Anda taruh uang anda dalam saham / reksa dana, misalkan sampai 500 juta rupiah atau bahkan milyaran. Setiap hari anda pikirkan pergerakan keuangan/ekonomi atau politik yang dapat mempengaruhi laju uang anda. Anda bahkan bisa sampai tidak tidur karena hal itu.

Ini yang Alkitab bilang “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” – Lukas 13 : 34

Kalau emang Alkitab uda bilang bahwa dimana harta kita berada, disitu hati kita berada, kita harus pastikan bahwa harta kita ada di area yang benar supaya hati kita juga ikut berada di area yang benar..

Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.” Matius 6 : 19 –> uda pasti hati kita juga terus ada di bumi.

“Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” Matius 6 : 20 –> hati kita juga ada di sorga.

*****************************************************************************

Bagaimana mengumpulkan harta di sorga?

– Ikut serta dalam pelayanan Diakonia. Beri bantuan bagi Gereja-gereja Tuhan atau para Hamba Tuhan yang kekurangan.

– Peduli sama orang-orang yang kurang mampu (janda/anak yatim piatu, dsb)

*****************************************************************************

Trus, kita boleh kerja lalu nabung dan “mensukseskan” diri?

– Tentu boleh, Alkitab tidak melarang kita untuk kita bekerja keras, lalu kita berhasil dalam pekerjaan kita. Yang Alkitab mau kita bijaksana dalam mengelola keuangan kita pada saat kita sukses itu.

*****************************************************************************

Pesan gw, jangan langsung sentimen kalau kita denger khotbah atau apapun di persekutuan / gereja tentang uang, atau tentang memberi pekerjaan Tuhan dengan uang kita. Kalau ada Hamba Tuhan mengingatkan kita supaya kita untuk terus memberi kepada Tuhan, itu bukan karena Tuhan yang butuh, kita beri atau tidak, itu ga akan ngurangin setitikpun kekayaan Tuhan. “Ahh, memang bukan Tuhan yang butuh, tapi Hamba Tuhan nya yg mata duitan.” Oops.. itu bukan urusan kita, itu urusan dia sama Tuhan. Kita memberi karena memang kita harus memberi, kita memberkati pekerjaan Tuhan karena kita sadar Tuhan sudah memberkati kita terlebih dahulu.

Terkadang kita doa sama Tuhan supaya Tuhan berkati kita berlimpat kali limpah, tapi sama Tuhan aja kita hitung2an.

“Tapi Tuhan, gimana gw mau kasi lebih sama Tuhan, persepuluhan aja gw belom bisa. Kebutuhan gw harian aja belom semua terpenuhi??” — belajar taat dan setia pada Tuhan.

Tips dari gw.. seberapa pun pendapatan kita, 500 ribu kek, 1 juta kek, atau bahkan 100 juta sekalipun, sebelum kita keluarkan amplop2 kebutuhan bulanan kita, pisahkan dulu mana yang jadi bagian Tuhan. 50ribu kah, 100ribu kah. JANGAN PERNAH KASIH TUHAN YANG SISA. Misal, karena tersisa di dompet 5000, maka kasi Tuhan 5000 pada hal pada awalnya, engkau bisa kasih yang lebih baik.

Gw saksi hidup dari apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup gw lewat keuangan. Gw belajar taat dan setia memberi kepada Tuhan dari uang jajan gw yang sebulan cuma 50rb (perpuluhan 5rb) entah di tahun berapa sampai sekarang Tuhan sudah memberkati gw berlipat kali ganda dari awal gw ambil keputusan mau memberi. Tak pernah gw kekurangan atau bahkan meminta2 walau gw sendiri ga hidup dalam kemewahan. Tapi semua serba karena pemeliharaan Tuhan.

Trust me! It’s work…🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s